Cari Pendonor Darah Rhesus Negatif, BIMC Hospital Gelar “Selamatkan Nyawa, Mulai dari Dirimu”

Donor darah
BIMC Hospital Kuta, PMI Bali, bersama Bali Hash House Harriers 2, gelar “Selamatkan Nyawa, Mulai dari Dirimu” untuk buat daftar pendonor Rh-negatif—langka di Indonesia, namun dibutuhkan ekspatriat (Foto: BethaNews)

BADUNG, BethaNews – Warga negara asing yang tinggal atau berlibur di Bali menghadapi tantangan serius dalam memperoleh darah dengan golongan rhesus negatif, seperti A-, B-, AB-, dan O-, yang tergolong langka di Indonesia. Kelangkaan ini menjadi perhatian utama, terutama di tengah meningkatnya jumlah wisatawan asing yang membutuhkan perawatan medis darurat.

Menurut data dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bali, hanya sekitar 1% populasi Indonesia memiliki golongan darah rhesus negatif, dibandingkan dengan 15-20% di negara-negara Barat.

Sulitnya mendapatkan darah rhesus negatif ini juga dialami oleh BIMC Hospital Kuta. Sebagai salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Bali yang dikenal dengan pelayanan medis berstandar internasional, BIMC Hospital juga tengah menghadapi kendala serius dalam penyediaan darah dengan golongan rhesus negatif, khususnya untuk kebutuhan wisatawan asing.

Rumah sakit yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai ini melaporkan kesulitan mendapatkan stok darah rhesus negatif, yang merupakan golongan darah langka, untuk menangani kasus-kasus darurat.

Menurut Direktur BIMC Hospital, dr. Meike Magnasofa,M.Med (WH),MARS, golongan darah rhesus negatif, seperti A-, B-, AB-, dan O-, sangat jarang ditemukan di Indonesia, termasuk di Bali, karena mayoritas penduduk lokal memiliki golongan darah rhesus positif.

“Kami sering menangani wisatawan asing yang membutuhkan transfusi darah rhesus negatif, terutama akibat kecelakaan lalu lintas atau kondisi medis mendesak lainnya. Namun, pasokan darah ini sangat terbatas di bank darah lokal,” ungkapnya, Senin (28/7/2025) di Kuta, Badung.

Tantangan ini diperparah oleh tingginya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali, terutama di kawasan Kuta yang dikenal sebagai pusat pariwisata.

Untuk mengatasi krisis ini, BIMC Kuta telah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan rumah sakit lain di Bali, untuk mencari pasokan darah rhesus negatif, dengan mengumpulkan data orang atau ekspatriat yang memiliki darah rhesus negatif, atau yang diistilahkan dengan donor hidup. “Kami juga mengimbau komunitas ekspatriat di Bali untuk menjadi pendonor sukarela, karena banyak diantara mereka yang memiliki golongan darah rhesus negatif,” tambah dr. Meike.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *