Natal Ita Esa Bali, Merajut Iman dan Kebersamaan di Pulau Dewata

IKB ItaEsa
Perayaan Natal IKB Ita Esa Bali yang digelar di Ballroom Hotel Mahogany, Mumbul, Nusa Dua (Foto: BethaNews)

MANGUPURA, BethaNews.com – Natal bagi Ikatan Keluarga Besar (IKB) Ita Esa Bali bukan sekadar perayaan tahunan. Lebih dari itu, Natal menjadi momentum untuk “pulang” ke kasih, kebersamaan, dan kekeluargaan di tengah kehidupan tanah rantau. Nuansa itu terasa kuat dalam perayaan Natal IKB Ita Esa Bali yang digelar di Ballroom Hotel Mahogany, Mumbul, Nusa Dua, Sabtu, 3 Januar 2026.

Puluhan Kepala Keluarga (KK) tergabung dalam anggota Ikatan Keluarga Besar Ita Esa Bali hadir, merajut kembali suka dan duka dalam balutan iman serta persaudaraan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh rangkaian acara, mencerminkan semangat Natal sebagai perayaan kasih dan pengharapan.

Ketua IKB Ita Esa Bali, Afrit Matheos Bonik Ingunau, menegaskan bahwa iman Kristen tidak pernah bertumbuh secara individual. Iman, kata dia, tumbuh dalam persekutuan dan kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus. “Iman Kristen tidak pernah berdiri sendiri. Ia bertumbuh dalam persekutuan orang percaya, dalam kebersamaan yang saling menguatkan. Natal menjadi momentum untuk kembali merasakan kasih itu,” ujarnya.

Kemeriahan Natal semakin terasa melalui berbagai hiburan yang ditampilkan, dan disaksikan beberapa tokoh masyarakat bahkan ada juga pejabat pemerintahan Kabupaten Badung. Penampilan anak-anak menjadi salah satu momen paling menyentuh, menghadirkan keceriaan sekaligus pesan mendalam tentang makna Natal sebagai waktu berbagi kasih dan kebahagiaan. Panitia juga menyiapkan beragam kids activities yang dirancang khusus, mulai dari aktivitas kreatif hingga permainan interaktif bertema Natal.

Seluruh rangkaian dikemas ramah keluarga dan aman bagi anak-anak. Tak hanya itu, perayaan juga diisi dengan kegiatan Christmas berbagi yang dikemas melalui tukar kado antar anggota dari puluhan kepala keluarga. Program tersebut menjadi simbol nyata solidaritas dan kepedulian sesama perantau di tanah Bali.

“Perayaan Natal ini kami rancang sebagai momen kebersamaan yang hangat, bukan hanya bagi keluarga besar Ita Esa Bali, tetapi juga sebagai wujud berbagi kasih. Natal adalah tentang kepedulian,” imbuh lelaki sapaan Bonik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *