Oleh: Agus Widjajanto*
BethaNews – Manusia sebagai insan individu,kadang dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa, merasa tidak adil. Banyak fenomena di masyarakat, seseorang yang dianggap tidak baik atau jahat, justru menjadi sukses. Orang yang berbuat baik justru hidupnya sering diuji dengan berbagai kesulitan.
Pastinya, Semesta tidak pernah berpihak, dia netral hanya merespon vibrasi keyakinan yang dipancarkan, yakni niat baik atau niat jahat. Tapi begitu keyakinannya sangat kuat, yang terpancar dari vibrasi yang anda miliki maka itu yang akan terwujud, yang dalam kalimat spiritual agama disebut Qun Fayaqun, jadi maka jadilah.
Lalu bagaimana peran Tuhan yang dalam konsep agama – agama besar merupakan cental (Pusat) yang mengatur dan memberikan rahmat setiap mahluk serta menghukum bagi yang berbuat jahat Jika dihubungkan dengan pancaran vibrasi setiap mahluk di alam semesta ?
Agama dan hukum semesta pancaran vibrasi memiliki hubungan yang kompleks dan multifaset. Berikut beberapa perspektif yang mungkin dapat menjelaskan hubungan antara keduanya:
– Agama sebagai Panduan: Agama dapat dilihat sebagai panduan untuk membantu manusia memahami dan mengikuti hukum semesta yang lebih besar. Dengan mengikuti ajaran agama, manusia dapat meningkatkan kesadaran diri dan memahami cara untuk hidup yang lebih harmonis dengan semesta.
– Hukum Semesta sebagai Manifestasi Tuhan: Beberapa agama percaya bahwa hukum semesta adalah manifestasi dari Tuhan atau kekuatan ilahi yang lebih besar. Dalam hal ini, agama dan hukum semesta pancaran vibrasi dapat dilihat sebagai dua sisi dari koin yang sama, yaitu sebagai cara untuk memahami dan mengikuti kehendak Tuhan.
– Kesadaran Diri dan Pertumbuhan Spiritual: Agama dan hukum semesta pancaran vibrasi dapat membantu manusia meningkatkan kesadaran diri dan pertumbuhan spiritual. Dengan memahami dan mengikuti hukum semesta, manusia dapat meningkatkan kesadaran diri dan memahami cara untuk hidup yang lebih harmonis dengan semesta.







