Selain itu, De Gadjah mengusulkan untuk memanfaatkan lahan milik kehutanan seluas 32 hektare yang dimiliki oleh pemerintah pusat sebagai lokasi utama pengolahan sampah. Lahan tersebut juga dapat digunakan secara maksimal untuk membantu menyelesaikan masalah lingkungan di Bali tanpa harus mengorbankan lahan daerah yang digunakan untuk kebutuhan pariwisata atau perumahan.
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, De Gadjah juga memiliki visi untuk memanfaatkan lahan pengolahan sampah tersebut dengan cara yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat Bali.
“Konsepnya, di sekitar area pengolahan sampah akan dibangun taman kota yang berfungsi sebagai ruang hijau untuk kegiatan masyarakat. Ini mengingat Bali tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga merupakan tempat tinggal bagi jutaan warga lokal. Taman kota ini bisa menjadi ruang untuk rekreasi dan aktivitas sosial bagi masyarakat Bali, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka,” paparnya.
Selain taman kota, De Gadjah juga mengusulkan pembangunan stadion bertaraf internasional di area tersebut. Stadion ini nantinya bisa digunakan untuk menggelar berbagai acara olahraga, konser musik, dan kegiatan budaya internasional.
Dengan kapasitas yang besar dan fasilitas modern, stadion ini bisa menjadi pusat hiburan dan daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui pembangunan stadion dan taman kota ini, Bali tidak hanya akan memiliki fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi juga akan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih luas.
De Gadjah optimis bahwa stadion ini bisa menjadi tempat untuk konser-konser besar, seperti konser Taylor Swift atau Coldplay, yang telah terbukti menarik jutaan penonton di seluruh dunia.
Keberadaan stadion internasional dan taman kota yang asri akan menarik lebih banyak wisatawan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan berbagai kegiatan hiburan.
Dengan demikian, Bali bisa menjadi lebih bersih, menarik, dan produktif. Jika program pengelolaan sampah ini terlaksana, dampak positifnya bagi Bali tidak hanya dalam hal lingkungan tetapi juga ekonomi.







