JAKARTA, BethaNews – Langkah Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran Kabinet Merah Putih (KMP) menurut praktisi hukum, Agus Widjajanto sebagai upaya mencari formula yang tepat. Utamanya untuk menyukseskan berbagai program pemerintah dalam empat tahun ke depan.
Perombakan dilakukan karena pada awal pemerintahannya, Prabowo harus mengakomodir berbagai kepentingan dalam kabinet. Namun dalam prosesnya ketika diberikan kepercayaan ternyata bekerja tidak sesuai dengan ekspektasi. Alih-alih bekerja maksimal justru menimbulkan keresahan publik.
“Mungkin Presiden Prabowo sedang mencari formasi kabinet yang tepat, dimana awal dibentuk Presiden harus mengakomodir berbagai pihak yang berkepentingan yang tentu jauh dari keinginan prabowo sendiri,” jelas Agus Widjajanto dalam keterangannya, Senin, 22 September 2025 di Jakarta.
Kandidat doktor Universitas Padjajaran itu menyarankan agar anggota kabinet baru fokus bekerja menyukseskan visi besar Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Khusus kepada Menteri Keuangan baru Purbaya Yudhi Sadewa, diharapkan tidak mudah memberikan statemen yang menimbulkan pro kontra.
Sampaikan apapun yang akan dilaksanakan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Dengan begitu tidak ditafsirkan masyarakat kemana-mana yang pada gilirannya justru menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Jangan gampang membuat statemen ke publik dengan bahasa yang kadang disalahtafsirkan, lebih baik fokus bekerja dan tunjukkan kinerja yang baik demi kesejahteraan rakyat,” kata Agus.
Ditekankan karena kebijakan yang bertujuan baik, yakni menggelontorkan dana besar Rp200 triliun ke bank Himbara demi meningkatkan ekonomi masyarakat, namun ditafsirkan berbeda oleh beberapa kalangan.
Apakah dengan komposisi kabinet terbaru nantinya bisa mencapai target dalam rangka menuju Indonesia Emas? Agus Widjajanto menyatakan semua tergantung dengan kebijakan ke depan. Yang jelas, ia mengingatkan masyarakat khususnya Gen Z akan semakin kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.






