Reshuffle Kabinet, Mungkin Presiden Prabowo Sedang mencari Formasi Kabinet Yang Tepat

Saham
Agus Widjajanto: kuasa Hukum dari Michael James La Fontaine (Foto:BethaNews)

Hal itu berkaca dengan ‘aksi’ ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah yang terjadi di Pati dan berlanjut ke beberapa daerah lain di Indonesia. Melalui media sosial, aksi di Indonesia ini kemudian memicu gelombang aksi serupa di Nepal, Perancis hingga Kolombia.

Gaya hidup para pejabat, menurut Agus Widjajanto harus diubah. Fokus bekerja untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sebab saat ini masyarakat, khususnya generasi muda, yang awalnya kurang memberikan perhatian namun karena terkena dampak ikut turun ke jalan.

“Genjot lapangan kerja sebanyak – banyaknya, kurangi belanja dari APBN yang tidak perlu. Lebih baik diarahkan pada program swasembada pangan agar pangan sandang papan murah. Kalau itu terwujud maka menuju Indonesia emas bukan lagi keniscayaan,” kata Agus Widjajanto.

“Perbaiki sistem yang ada, kembalikan lagi kedudukan dan fungsi MPR sebagai pelaksana kedaulatan rakyat agar ada GBHN jadi jelas dan terukur kemana bangsa ini menuju kedepan. Perbaiki juga penegakan hukum ciptakan kondisi penegekan hukum yang bersih adil dan transparan lanjutnya.

Terakhir, mengenai perombakan kabinet sebagai bagian atau upaya bersih-bersih ‘Geng Solo’, Agus Widjajanto menekankan bahwa Presiden Prabowo lebih tahu apa yang terbaik untuk pemerintahannya. Sederhananya, bisa iya atau bisa juga tidak. Sebab katanya dalam politik tak ada kawan abadi.

“Yang pasti dalam politk tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan politik yang berkuasa,” pungkas Agus Widjajanto. NAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *