Oleh : Agus Widjajanto*
BethaNews.com – Board Of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, adalah badan international baru yang dibentuk pada tanggal 22 jauari 2026, di Davos, Swiss yang bertujuan untuk mengawasi perdamaian, rekontruksi, dan stabilitas di Gaza Palestina.
Tujuan Amerika Serikat membentuk Board of Peace (BoP) dan menggandeng Indonesia adalah untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di wilayah-wilayah yang terdampak konflik, khususnya di Gaza, Palestina. BoP bertujuan untuk mengawasi transisi pemerintahan, rekonstruksi, dan demiliterisasi di Gaza, serta mempromosikan perdamaian jangka panjang di wilayah tersebut.
Indonesia bergabung dengan BoP pada 22 Januari 2026, sebagai bentuk komitmennya dalam mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Keikutsertaan Indonesia dalam BoP juga diharapkan dapat memperkuat posisinya di forum internasional dan meningkatkan peranannya dalam diplomasi global.
Namun, perlu dicatat bahwa pembentukan BoP juga menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pihak, yang khawatir bahwa inisiatif ini dapat menggeser peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani konflik global.
Amerika Serikat membentuk Board of Peace (BoP) untuk menangani konflik Israel-Palestina, yang dianggap sebagai upaya untuk menggeser peran PBB. Beberapa alasan yang mungkin menyebabkan Amerika Serikat melakukan ini adalah:
- Veto Rusia dan China: Rusia dan China memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, yang dapat menghambat upaya Amerika Serikat untuk mengesahkan resolusi yang mendukung Israel.
- Kepentingan nasional: Amerika Serikat memiliki kepentingan strategis di Timur Tengah, termasuk keamanan Israel dan akses ke sumber daya energi.
- Pengaruh lobi pro-Israel: Lobi pro-Israel di Amerika Serikat, seperti American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), memiliki pengaruh besar dalam menentukan kebijakan luar negeri AS.
- Kekcewaan terhadap PBB: Amerika Serikat mungkin merasa bahwa PBB tidak efektif dalam menangani konflik Israel-Palestina, sehingga mereka memilih untuk membentuk organisasi sendiri
Namun, pembentukan BoP juga menimbulkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat akan mengabaikan hak-hak Palestina dan mengutamakan kepentingan Israel. Beberapa negara, termasuk Prancis dan Norwegia, telah menyatakan kekhawatiran tentang potensi BoP untuk menggantikan peran PBB.
Kekawatiran Hamas tentang Indonesia digunakan untuk menghantam mereka dan melindungi Israel cukup beralasan. Hamas ingin pasukan penjaga perdamaian internasional yang memantau gencatan senjata, memastikan pelaksanaannya, dan bertindak sebagai penyangga antara tentara Israel dan rakyat Gaza, tanpa mencampuri urusan internal Gaza.
Juru bicara Hamas, Qassem, menyatakan bahwa posisi Hamas mengenai pasukan internasional sudah jelas, yaitu ingin pasukan penjaga perdamaian yang tidak mencampuri urusan internal Gaza. Ini menunjukkan bahwa Hamas khawatir jika Indonesia dan pasukan internasional lainnya digunakan untuk menghantam mereka dan melindungi Israel ¹.







