Secara kasat mata, publik bisa melihat dan mencermati bagaimana antusias masyarakat ketika kandidat membuat acara. “Strategi begitu jaman politik dulu cukup manjur. Tetapi di era gadget, era medsos sudah ambruk strategi itu. Karena netizen sudah bisa browsing sendiri mengecek faktanya,” kata Sekjen Gerindra Bali itu.
Diungkapkannya, sejak muncul dua pasangan Pilgub Bali, Mulia-Pas sudah melakukan survei internal tiga kali.”Survei awal kami kalah 14 persen dan survei ketiga kami sudah unggul 5 persen dengan swing voters masih 30-an persen. Tapi kami tidak ekspos karena tujuannya untuk strategi internal,” ungkapnya.
Dijelaskannya, publik bisa melihat bagaimana strategi kampanye Mulai-PAS terus tumbuh begitu dahsyat belakangan ini berasal dari hasil analisis hasil survei setiap tahap.
“Kami beberapa kali mematahkan blackcampaign mereka dan sekarang terlihat nyata di publik. Contoh dulu mereka labelkan De Gajah Preman, faktanya sekarang malah anak anak kecil pun menyukai De Gadjah. Kemanapun selalu anak anak berebut minta foto. Itu contoh kecil bagaimana mematahkan black campaign dengan tampil apa adanya,” tandasnya.
Begitu juga antusias masyarakat melihat kesungguhan satu jalur dengan pernyataan Prabowo mampu memberikan efek elektoral akan kesungguhan Bali dibangun dengan serius. “Kami tinggal paripurnakan strategi pemenangan sampai Minggu tenang maka kami yakin Pilgub akan dimenangkan Mulia-PAS tanpa perlu adu sengketa ke MK karena jarak menangnya semakin jauh,” pungkasnya. Nano Gabriel







