DENPASAR, BethaNews – Sidang perkara The One Umalas yang menyeret nama pengusaha lokal Budiman Tiang (BT) kembali bergulir. Di balik perkara yang disebut sebagai penipuan dan penggelapan, terungkap fakta baru yang justru mengguncang kepercayaan terhadap sistem pengawasan investasi asing di Bali.
Hal ini terungkap dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Budiman Tiang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN)Denpasar pada Selasa petang, 11 November 2025, berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.30 WITA
Dalam keterangannya, BT mengungkap awal mula hubungan bisnisnya dengan dua warga negara Rusia yang kini menjadi lawan hukum dalam perkara The One Umalas.
BT menegaskan, kedua WN Rusia tersebut bukanlah investor seperti yang mereka klaim ke publik, melainkan hanya sales properti yang kemudian secara bertahap menguasai proyek dan aset miliknya.
Lebih lanjut, BT menyatakan bahwa tuduhan terhadap dirinya justru berbalik arah. Fakta persidangan memperlihatkan bahwa ia-lah yang menjadi korban tipu muslihat, dengan kerugian besar yang ditimbulkan oleh “duo Rusia” tersebut, yang diduga memperoleh keuntungan besar tanpa modal apapun.
Fakta persidangan juga menyingkap pola bisnis berulang yang dilakukan oleh dua warga Rusia tersebut melalui bendera perusahaan bernama Magnum. Nama ini disebut terkait dengan sejumlah proyek lain seperti Magnum Berawa dan Magnum Sanur.
Di mana Magnum Berawa, diketahui pernah ditutup oleh DPRD Bali lantaran tidak memiliki izin operasional dan kelengkapan bangunan. Selanjutnya, Magnum Sanur dikabarkan mangkrak, sementara dana miliaran rupiah yang berasal dari calon investor luar negeri diduga sudah masuk tanpa kejelasan realisasi proyek.
Kuasa hukum Budiman Tiang, Gede Pasek Suardika, (GPS), menyebut pola tersebut sebagai penyalahgunaan skema Penanaman Modal Asing (PMA). Ia menilai praktik itu mengarah pada bentuk penguasaan terselubung atas tanah oleh pihak asing melalui celah hukum perusahaan lokal.
Dalam kasus ini, GPS menyoroti sejumlah potensi pelanggaran terhadap berbagai peraturan perundang-undangan nasional.








