Sikapi Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bali, SMSI Kota Denpasar Gelar Talkshow “Merawat Kesehatan Mental”

talkshow
SMSI Kota Denpasar kembali menggelar talkshow publik mengangkat tema "Merawat Kesehatan Mental

“Kami harap akan semakin tumbuh kesadaran publik terhadap pentingnya kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri dan mendorong keterbukaan dalam membahas isu mental health tanpa stigma yang ujungnya membantu merancang langkah konkret kolaboratif untuk mencegah bunuh diri di Denpasar juga lebih luas lagi di Bali,” jelas Igo, Rabu (16/7/2025).

Dalam acara talkshow yang akan dihadiri sekitar 100-an peserta dari sejumlah instansi, lembaga, komunitas, mahasiswa dan masyarakat umum ini akan hadir empat pembicara yaitu dr Amelia Dwi Nurulita Sugiharta SpKJ dari BIMC Hospital, I Dewa Nyoman Budiasa, Luh Putu Anggreni,SH Pendamping Hukum UPTD PPA kota Denpasar dan Gede Eka Sandi Asmadi Bli Lolo.

Talkshow yang terselenggara dengan dukungan sejumlah pihak termasuk Istana Taman Jepun, BIMC Kuta, UPTD PPA Pemkot Denpasar, Paradise Stand Up Paddle, Bali Nice Diving, Melati Bali Resto, Moonstone Beach Lounge, The Village, Ganesha Ek Sanskriti dan CV Asia Treasure ini dimoderatori oleh Ida Susiani, Sekretaris SMSI Kota Denpasar yang juga Pemred wartabalionline.com.

Selain acara talkshow dan sharing terkait kesehatan mental para peserta juga berkesempatan mendapat pelayanan tes gula darah gratis dari BIMC Kuta.

Salah satu narasumber, dr Amelia dari BIMC akan berbagi tentang bagaimana cara mengelola stres yang menjadi salah satu faktor pemicu bunuh diri. Menurut dr. Amelia semua orang pasti pernah mengalami stress dalam berbagai aspek kehidupan dan itu normal. “Jika tidak ada stres hidup monoton tidak ada gaya hidup tidak ada motivasi namun bagaimana jika stres berlebihan,” terangnya.

Untuk itu ia membagikan sekelumit cara mengatasi stres yang kebanyakan tidak dapat kita dihindari, sebab segala situasi dan perasaan yang menekan harus diterima sebelum mencoba untuk mengelola.

“Tidak ada masalah yang terlalu ringan dan tidak ada yang terlalu berat tergantung pemaknaan masing-masing individu. Di sini kita semua latihan mengelola stres dengan cara yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing individu,” bebernya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *