Sikapi Maraknya Kasus Bunuh Diri di Bali, SMSI Kota Denpasar Gelar Talkshow “Merawat Kesehatan Mental”

talkshow
SMSI Kota Denpasar kembali menggelar talkshow publik mengangkat tema "Merawat Kesehatan Mental

Sementara itu Luh Putu Anggreni,SH, pendamping hukum UPTD PPA Kota Denpasar dalam talkshow ini mengangkat pentingnya manajemen kasus terkait persoalan mental di masyarakat terutama bagi perempuan dan anak. “Manajemen kasus dapat menjadi pendekatan yang dibutuhkan untuk menjamin anak dan keluarga memperoleh aset secara akses terhadap pelayanan yang tepat,” jelas Luh Putu Anggreni.

Ia juga membahas perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) yaitu sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

“PATBM merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya promosi dan pencegahan kekerasan terhadap anak dengan membangun kesadaran ke arah perubahan pemahaman sikap dan perilaku berkenaan upaya perlindungan anak,” urainya.

Fenomena bunuh diri bukan hanya soal individu, tapi merupakan masalah sosial yang bisa dicegah bila ditangani bersama-sama. Melalui kegiatan ini, kami berharap Kota Denpasar bisa menjadi kota yang lebih peduli terhadap kesehatan mental warganya, dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih suportif, terbuka, dan penuh harapan.

Sementara itu narasumber lainnya, I Dewa Nyoman Budiasa Dirut Padma Bahtera Medical Group mengulik soal bagaimana menciptakan ketenangan dalam menjaga kesehatan mental di tengah badai kehidupan kerja di Bali. Dikatakannya seringkali manusia fokus pada kesehatan fisik namun lupa bawa pikiran dan perasaan kita juga butuh perhatian apalagi di tengah tuntutan hidup yang kian kompleks.

“Hari ini kita menyelami bagaimana lingkungan kerja baik ekstrem maupun yang dialami sehari-hari bisa mempengaruhi mental dan yang terpenting Bagaimana bisa tetap tegar dan menemukan ketenangan,” tuturnya. Ia mengungkapkan bahwa tekanan sosial dan ekonomi di Bali usai pandemi yang mengubah banyak hal meskipun pariwisata mulai pulih namun jejaknya masih terasa dan memunculkan tekanan baru satu ketidakpastian ekonomi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *