Rencananya, puluhan wartawan yang bersimpati terhadap kasus ini akan ramai-ramai menghantarkan Andre melapor ke Polda Bali. Sebab, sejak kasus ini ramai diberitakan, sekretariat PENA NTT Bali, di Pusat Kuliner Pojok Sudirman Denpasar, selalu ramai didatangi puluhan wartawan. Mereka mendiskusikan kasus yang menimpa Andre sebagai rekan seprofesi.
Mempersiapkan rencana laporan ke Polda Bali tersebut, jajaran pimpinan Radar Bali, pimpinan PENA NTT Bali serta pimpinan beberapa organisasi media dan organisasi wartawan, menggelar rapat berkoordinasi di Sekretariat PENA NTT Bali pada Sabtu, 5 Juli 2025.
Hadir saat itu, Pemred Radar Bali, Djoko Heru Setiyawan, bersama beberapa redaktur Radar Bali, Ketua Ukhuwah Jurnalis Bali (UJB), Mohammad Ridwan, Ketua PENA NTT Bali, Agustinus Apolonaris KD, serta Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja alias Edo.
Dalam rapat koordinasi tersebut, secara gamblang Pemred Radar Bali menjelaskan kasus yang menimpa Andre.
Dijelaskan, saat itu, Jawa Pos Radar Bali memberitakan terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan anggota DPRD Karangasem, terhadap Dede pada 4 Mei lalu. ’’Berita tersebut imbang atau cover both side karena ada laporan polisi, pernyataan anggota DPRD Karangasem, dan konfirmasi ke Dede lengkap dimuat,’’ kisahnya.
Jadi masalah saat HUT Bhayangkara 1 Juli 2025, Dede datang dan intimidasi Andre terkait berita itu. Dalam kronologi yang Andre sampaikan, bahwa Dede juga menelepon oknum anggota Polwan Polda Bali untuk mengikuti dirinya yang sementara berada dengan Andre di Lapangan Renon. Di situ terjadi dugaan intimidasi oleh si Polwan terhadap produk jurnalistik yang ditulis Andre edisi 4 Mei 2025.
Si Polwan sempat mengintervensi Andre, dengan sejumlah pertanyaan bak seorang penyidik di Mapolda Bali. Ia bertanya mengapa Andre menulis laporan polisi terkait Dede. Dia bertanya berita ini dari mana, kenapa ada berita, jumpa persnya legal atau ilegal.
’’Apa kapasitas si polwan bertanya seperti itu. Urusannya apa dia. Berita ini tidak menyangkut pribadi dia, kenapa dia mencampurinya,’’ jelas Djoko.








