Nama “Greenland” atau “Tanah Hijau” sebenarnya berasal dari Erik the Red, seorang Viking yang diasingkan dari Islandia pada abad ke-10. Ia ingin menarik lebih banyak pemukim ke pulau tersebut, jadi ia memilih nama yang lebih menarik, meskipun sebagian besar Greenland tertutup es
Oleh : Agus Widjajanto*
BethaNews.com – Amerika Serikat sebagai pimpinan Sekutu pemenang perang dunia ke-dua atas Jerman, Italia dan Jepang yang berakhir pada tahun 1945 awal, bukanlah bangsa baru yang akan menduduki Greenland di kutub utara yang masuk dalam wilayah Denmark .
Kehadiran militer Amerika Serikat di Denmark dimulai setelah Nazi Jerman menduduki Swedia pada tahun 1940, dimana Amerika Serikat membuat perjanjian rahasia dengan duta besar Denmark saat itu di Whasington DC, untuk membangun lapangan udara dan stasiun cuaca di Greenland.
Hal ini sudah pernah difilmkan oleh Hollywood tentang stasiun cuaca tersebut pada tahun 1990 hingga 2000-an, dimana pembangunan lapangan udara tersebut untuk mendukung pasokan transatlantik dan memantau aktifitas Jerman dikutub utara saat perang dunia ke dua.
Setelah perang dunia berahir dan dunia mengalami Geo politik dan stretegis baru adanya perang dingin antara Amerika Serikat dan Federasi Rusia (Uni Sofye), maka kehadiran militer Amerika Serikat di pulau Greenland dikuatkan melalui perjanjian Greenland pada tahun 1951.
Dengan perjanjian ini, memungkinkan Amerika Serikat bisa membangun lebih banyak fasilitas mikiter di kutub utara (Greenland) dalam kerangka Kerjasama NATO (Nort Atlantic Treatry Organitasion) dengan membangun pangkalan udara Thule (sekarang pangkalan antariksa pituffik) sebagai pos terdepan yang bisa menampung hingga 10 ribu pasukan militer pada puncak perang dingin.
Selama periode ini Amerika Serikat membangun pangkalan rahasia yang dijuluki kota dibawah es atau Camp Century yang sesungguh nya berfungsi untuk menyimpan rudal – rudal nuklir antar benua dan Rusia pun tentu mengetahui hal ini, berdasarkan kajian inteljen saat itu.
Pangkalan ini kemudian ditinggalkan karena penuh resiko alam dan keberatan dari pihak Denmark sendiri. Jadi Amerika yang saat ini oleh presiden Donald Trump akan memaksa menguasai Grenland, menjadi tanda tanya besar. karena Amerika Serikat bukan bangsa baru yang belum pernah berada di Greenland.







