- Pengawasan Arktik: Greenland memungkinkan AS dan NATO memantau aktivitas Rusia di Arktik, termasuk kapal selam dan pesawat militer.
- Sistem Pertahanan Rudal: Pangkalan Thule di Greenland adalah lokasi penting bagi sistem pertahanan rudal AS, yang dapat mendeteksi dan menghancurkan rudal balistik musuh.
- Jalur Laut Utara: Greenland mengontrol jalur laut utara yang strategis, yang dapat digunakan sebagai rute pelayaran komersial dan militer.
- Sumber Daya Alam: Greenland memiliki sumber daya alam yang kaya, termasuk mineral dan minyak, yang dapat menjadi penting bagi ekonomi AS dan NATO.
NATO juga telah meningkatkan kehadiran militernya di Arktik, termasuk latihan militer dan patroli udara, untuk menunjukkan komitmennya dalam mempertahankan keamanan wilayah tersebut. Namun, perlu diingat bahwa kepentingan AS dan NATO di Greenland harus seimbang dengan hak-hak Denmark dan Greenland, serta prinsip-prinsip hukum internasional.
Sedangkan posisi NATO dan Denmark memiliki reaksi yang berbeda-beda atas rencana Amerika Serikat mengambil Greenland. Denmark, yang memiliki kedaulatan atas Greenland, menolak keras rencana tersebut. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, bahkan memperingatkan bahwa upaya mengambil alih Greenland akan mengakhiri NATO.
Beberapa negara anggota NATO, seperti Perancis, Jerman, dan Swedia, juga menegaskan kedaulatan Greenland dan menolak rencana Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyatakan bahwa gagasan mengambil alih Greenland tidak memiliki urgensi dan bertentangan dengan prinsip kedaulatan.
Sementara itu, NATO sendiri telah meningkatkan kehadiran militernya di Greenland, dengan beberapa negara anggota mengirimkan personel militer ke Nuuk, ibu kota Greenland. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat konsolidasi keamanan negara-negara Barat di wilayah strategis tersebut
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyatakan ketertarikannya untuk mengambil alih Greenland, dengan alasan keamanan nasional AS. Namun, Denmark dan Greenland menolak rencana tersebut, menegaskan bahwa wilayah itu bukan objek transaksi politik maupun ekonomi
Ternyata berdasarkan catatan sejarah dan dokumentasi sebelum Amerika telah ada Ekspedisi pada tahun 1937 yang dikenal dengan Ekspedisi di balik Ice Wall di Greenland yang dimaksud mungkin terkait dengan ekspedisi Soviet, North Pole-1, yang dipimpin oleh Otto Schmidt.
Mereka mendirikan stasiun penelitian ilmiah pertama di Kutub Utara pada tahun 1937, sekitar 20 kilometer dari Kutub Utara. Stasiun ini beroperasi selama 9 bulan dan melakukan penelitian ilmiah tentang Arktik.







