Opini  

Rahasia Dibalik Niat Amerika Mengambil Alih dari Denmark, Greenland Aset Masa Depan?

Opini
Agus Widjajanto, Pengamat pertahanan dan sosial budaya (Foto: BethaNews)

Ada lagi seperti ekspedisi Ejnar Mikkelsen pada tahun 1909, yang mencari dua penjelajah Denmark yang hilang di Greenland Timur. Mikkelsen dan timnya menghadapi tantangan besar, termasuk terjebak di es Arktik dan harus bertahan hidup dengan sumber daya yang terbatas.

Yang pasti upaya menguasai Greenland oleh Amerika Serikat tidak akan menimbulkan perang antar negara antara negara Skandinavia bersama aliansi Nato dengan Amerika Serikat.

Nama “Greenland” atau “Tanah Hijau” sebenarnya berasal dari Erik the Red, seorang Viking yang diasingkan dari Islandia pada abad ke-10. Ia ingin menarik lebih banyak pemukim ke pulau tersebut, jadi ia memilih nama yang lebih menarik, meskipun sebagian besar Greenland tertutup es.

Pada saat itu, Greenland memang memiliki iklim yang lebih hangat daripada sekarang, sehingga ada kemungkinan bahwa bagian selatan pulau tersebut memiliki area hijau yang lebih luas. Namun, seiring berjalannya waktu, iklim global berubah, dan Greenland semakin tertutup es.

Lebih karena perubahan iklim dan strategi pemasaran Erik the Red untuk menarik pemukim ke Greenland. Sementara itu, Islandia dinamakan “Tanah Es” oleh Flóki Vilgerðarson, seorang penjelajah Viking lain, karena ia melihat banyak es di sekitar pulau tersebut****

*Penulis adalah pengamat pertahanan dan sosial budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *