Perkins juga membahas tentang bagaimana Indonesia menjadi salah satu korban dari strategi EHM, dan bagaimana negara ini dijebak dalam utang yang besar untuk proyek-proyek pembangunan yang tidak menguntungkan bagi rakyat Indonesia
Dalam situasi yang tidak menentu ini tentu akan berdampak pada ekonomi global, termasuk indonesia, ditengah baru saja ditanda tangani nya pemyelesaian secara damai soal jalur gaza untuk palestina merdeka rasanya akan sangat berpengaruh, dan sulit untuk dilaksanakan mengingat secara mengejutkan tiba – tiba Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara dalam skala penuh kewilayah iran.
Nasib Board of Peace (BoP) antara Amerika Serikat dan Indonesia di jalur Gaza pasca serangan Israel dan Amerika ke Iran sedang dipertanyakan. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa BoP tidak memiliki misi yang tulus untuk perdamaian, melainkan lebih kepada perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain.
Indonesia telah berkomitmen untuk mengirimkan 8.000 pasukan ke Gaza sebagai bagian dari upaya stabilisasi dan rekonstruksi, dengan BoP menjanjikan dana sebesar US$ 5 miliar untuk rekonstruksi Gaza. Namun, serangan ini dapat menghambat upaya meredakan ketegangan di Jalur Gaza.
Beberapa legislator Indonesia, seperti TB Hasanuddin, meminta pemerintah Indonesia untuk menentukan sikap yang jelas terhadap invasi Israel dan Amerika Serikat ke Iran, dan mempertanyakan apakah BoP benar-benar memiliki misi perdamaian yang tulus. Indonesia harus berhitung dengan cermat menyikapi situasi ini.
Selat Hormus telah ditutup Iran seluruh perdagangan minyak dunia dari timur tengah lewat selat hormuz, maka harga minyak akan melambung tinggi, dan gejolak ekonomi akan terjadi, pesawat terbang akan melonjak tinggi, dan dunia di ambang resesi.
Teori domino memang bisa menjadi faktor yang memperluas konflik antara Iran dan Amerika Serikat/Israel, yang berpotensi melibatkan Rusia China dan sekutunya mengingat sebagian besar minyak di impor dari timur tengah untuk menghidupi industri china. Teori ini awalnya dikembangkan pada masa Perang Dingin, yang menyatakan bahwa jika satu negara jatuh ke dalam pengaruh komunis, negara-negara sekitarnya akan mengikuti jejaknya, dan harus belajar dari meletusnya perang dunia kedua dimana Jepang membutuhkan sumber daya energi untuk industri nya saat itu, dan sejarah selalu akan berulang.






