Opini  

Penerima Beasiswa Study Keluar Negeri dan  Nasionalisme yang Luntur

Opini
Agus Widjajanto: Pemerhati Masalah Sosial, Budaya dan HAM (FOTO:BethaNews)

Oleh: Agus Widjajanto*

BethaNews – Media sosial lagi viral  dan ramai diperbincangkan, dimana ada seorang wanita Indonesia yang telah kawin di luar negeri sebagai  penerima beasiswa LPDP. Beasiswa  dari pemerintah yang dibiayai dari uang pajak rakyat, yang melukai rasa nasionalis dan harga diri bangsa, yang dulu diperjuangkan dengan darah, air mata, nyawa dari para pejuang agar bisa merdeka, sejajar dengan bangsa lain.

Beasiswa LPDPmerupakan program pemerintah untuk ribuan anak bangsa yang dikirim menempuh Pendidikan di luar negeri dengan harapan kembali dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Viral tersebut menunjukan begitu rendahnya kesadaran cinta tanah air berbangsa dan bernegara, bukan saja kesalahan dari pribadi tapi juga didikan orang tua dan kita semua sebagai anak bangsa.

Penerima beasiswa LPDP yang jelek-jelekin bangsa sendiri memang sedang viral di media sosial. Kasus ini bermula dari pernyataan seorang alumni LPDP yang memamerkan paspor Inggris milik anaknya, dengan komentar “Cukup saya WNI, anak jangan”.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari warganet dan akademisi, yang menilai tindakan tersebut sebagai pengingkaran terhadap identitas nasional dan rasa cinta tanah air.

LPDP adalah program beasiswa yang didanai oleh uang rakyat, dengan tujuan mencetak SDM unggul yang akan membangun Indonesia. Oleh karena itu, penerima beasiswa LPDP diharapkan dapat kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Kasus ini juga menyinggung kewajiban moral dan etika yang seharusnya diemban oleh para penerima beasiswa LPDP. Beberapa pihak berpendapat bahwa anak memiliki hak untuk memilih kewarganegaraannya sendiri, namun orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada anak sejak dini.

Pihak LPDP dan pemerintah telah memberikan tanggapan terkait isu ini, dengan menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi dan mengambil tindakan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti kita tahu bahwa Oxford University menawarkan beberapa beasiswa untuk pelajar internasional, termasuk Indonesia. Beberapa contoh beasiswa yang tersedia adalah :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *