Opini  

Penerima Beasiswa Study Keluar Negeri dan  Nasionalisme yang Luntur

Opini
Agus Widjajanto: Pemerhati Masalah Sosial, Budaya dan HAM (FOTO:BethaNews)

2. Efektivitas: Apakah keputusan ini efektif dalam mencegah penerima beasiswa LPDP tidak memenuhi kewajiban mereka?

3. Dampak: Apakah keputusan ini memiliki dampak yang tidak diinginkan, seperti merusak reputasi Indonesia di mata internasional?

LPDP harus memiliki mekanisme yang jelas dan transparan untuk menangani kasus-kasus seperti ini, serta memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Contoh regulasi yang serupa dapat dilihat pada beberapa negara, seperti Singapura yang memiliki kebijakan “bond” bagi penerima beasiswa pemerintah. Jika penerima beasiswa tidak memenuhi kewajiban mereka, maka mereka harus membayar kembali biaya beasiswa yang telah dikeluarkan.

Pembelajaran bagi generasi Milenial, bijak lah dalam menggunakan media sosial, memang dengan kemajuan tehnologi komunikasi seakan tiada sekat batas negara, namun Sebagai anak bangsa dan tumpah darah, maka rasa nasionalis tetap harus dijaga karena itu yang membedakan kita dengan bangsa lain, baik karakteristik, budaya, bahasa, adat istiadat dan ras sebagai bangsa.

Belum lagi fenomena di media sosial tik tok , yang dipenuhi dengan berbagai generasi baik muda bahkan tua berjoged joged, hanya untuk mencari validasi, adalah hal yang sangat memprihatinkan, bagi pembangunan karakter anak bangsa.

Memberikan contoh dan suri tauladan yang tidak elok , sudah hilang katakter Tut Wuri Handayani, Ing Ngarso sung tulodo, dan ini tugas kita semua untuk berbenah diri agar generasi Z lebih tahu sejarah bangsanya, karakter bangsanya, dan budaya bangsanya, untuk Indonesia kedepan, karena hancurnya negara selalu di mulai dari dalam***

*Penulis: Pemerhati Masalah Sosial Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *