Dengan demikian, penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dengan cara:
1. Meningkatkan ekonomi: Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, penerima beasiswa dapat membantu meningkatkan ekonomi negara dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan industri.
2. Meningkatkan politik: Penerima beasiswa dapat membantu meningkatkan politik negara dengan memberikan kontribusi bagi pembangunan demokrasi, meningkatkan kesadaran politik, dan membantu menciptakan kebijakan yang lebih baik.
3. Meningkatkan budaya: Penerima beasiswa dapat membantu meningkatkan budaya negara dengan memperkenalkan budaya negara asal ke dunia internasional, serta membantu melestarikan dan mengembangkan budaya negara asal.
Dengan demikian, tujuan dari diberikan beasiswa ke luar negeri dari pemerintah adalah untuk menciptakan generasi yang lebih baik, yang dapat membantu meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di negara asal, serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Namun, seperti yang kita lihat dari contoh sebelumnya, tidak semua penerima beasiswa dapat memenuhi harapan ini.
Oleh karena itu, pemerintah harus terus memantau dan mengevaluasi program beasiswa, serta membuat regulasi yang lebih efektif untuk memastikan bahwa penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi bangsa dan negara.
Untuk itu perlu dipertimbangkan. Jika penerima beasiswa LPDP tidak memenuhi kewajiban mereka untuk kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi bagi bangsa, maka mereka harus bertanggung jawab atas biaya yang telah dikeluarkan oleh negara.
Pencekalan permanen dan mencabut Kewarganegaraan dan pengembalian biaya beasiswa dapat menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa penerima beasiswa LPDP memenuhi kewajiban mereka.
Namun, perlu diingat bahwa keputusan ini harus dibuat dengan hati-hati dan mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
1. Keadilan: Apakah keputusan ini adil bagi penerima beasiswa yang telah memenuhi kewajiban mereka?








