Sidang Tiga Penembak Bule Australia Dijaga Ketat, Dikawal Mobil Rantis Brimob Polda Bali

WNA Australia
Sidang penembakan WNA Australia yang menewaskan Zivan Radmanovic dan melukai Sanar Ghanim di Villa Casa Santisya, dijaga ketat oleh pasukan bersenjata dari Brimob Polda Bali (Foto: Nano Gabriel)

Tujuannya, untuk melalukan survei dan agar Coskun dan Tupou lebih mengenal rute jalan dan lokasi tempat pembuangan sepeda motor nantinya. Kemudian, para terdakwa berpisah dan kembali ke tempat masing-masing. Darcy juga menyewa satu mobil Suzuki XL7 warna putih DK 1339 FBL dan diparkirkan di Jalan Tumbak Bayuh, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung.

Setelah itu, Darcy mengambil barang-barang dan koper milik dua terdakwa lainnya dari Villa LOTUS mengunakan Mobil Fortuner warna putih, menuju parkiran Mobil Suzuki XL7. Lalu, Suzuki XL7 yang sudah berisi barang-barang d bawa ke Jalan Anyelir Tabanan pada (12/6), sekira Pukul 19.00 WITA.

Pada Jumat (13/6), Darcy mengunakan sepeda motor NMax pergi ke Toko SINAR HARAPAN membeli Palu/ Hammer dengan harga Rp Rp 260 ribu. Barang tersebut pun dia taruh di mobil Fortuner. Saat bertemu dia terdakwa lainnya di Wilayah Tibubeneng, Darcy menyerahkan palu yang diminta oleh para terdakwa.

Setelah melalui proses persiapan panjang itu, maka dimulailah rangkaian aksi brutal mereka. Darcy pergi lokasi semak-semak sepi di Buwit, Tabanan, memakai mobil Fortuner untuk menunggu dua terdakwa lain.

Sementara, Coskun memakai celana panjang warna gelap dan jaket warna ojek online hitam hijau dan Tupou menggunakan celana panjang warna orange dan jaket ojek online hitam pergi menggunakan masing-masing sepeda motor Yamaha Lexy untuk melakukan eksekusi pembunuhan di Villa Casa Santisya.

Dia pria asal Auburn, Sidney dan Melbourne itu membawa tas hitam yang didalamnya sudah berisi senjata api. Pada Sabtu (14/6), pukul 00.15 WITA, mereka tiba. Tupou langsung menjebol pintu gerbang Villa menggunakan palu. “Korban yang terbangun oleh suara dobrakan pergi bersembunyi ke kamar mandi,” tandasnya.

Dua pria berbadan tinggi besar ini lantas masuk dan melakukan penembakan masing-masing menggunakan senjata api kaliber 9 mm. Coskun menembak terhadap korban Zivan dan Tupou menembak rekan korban Sanar Ghanim. Aksi kejam tersebut disaksikan oleh istri Zivan, bernama Jazmyn.

Sedangkan, istri Sanar bernama Daniella lari menyelamatkan diri menuju ke jalan Raya sambil berteriak meminta pertolongan warga yang melintas. Setelah melancarkan aksinya, para terdakwa pun melarikan diri menuju menuju titik pembuangan sepeda motor di lokasi sepi semak-semak di Buwit, Tabanan, karena sudah ditunggu Darcy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *