Opini  

Konflik Israel – Palestina dan Latar Belakang Sejarahnya

Agus W
Agus Widjajanto: Pemerhati Sosial Budaya dan Sejarah Bangsanya (Foto:Dok. BethaNews)

Tanah Perjanjian dan Greater Israel  atau “Eretz Yisrael HaShlema” dalam bahasa Ibrani atau Tanah Israel Raya, adalah konsep yang merujuk pada wilayah Israel yang lebih luas daripada batas-batas negara Israel saat ini.

Konsep ini berakar pada narasi biblikal dan ambisi Zionis awal, yang mengklaim bahwa wilayah Israel seharusnya mencakup area dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Euphrat di Irak.

Tujuan Utama: – Membangun negara Yahudi yang lebih besar dan kuat, Mengamankan wilayah strategis untuk pertahanan, Merealisasikan janji biblikal tentang tanah yang dijanjikan kepada bangsa Yahudi

Wilayah yang Diklaim: – Tepi Barat (West Bank), Jalur Gaza (Gaza Strip), Dataran Tinggi Golan (Golan Heights), Bagian dari Lebanon, Suriah, dan Yordania, Beberapa wilayah di Mesir dan Irak.

Kontroversi: – Konsep Greater Israel dipandang sebagai ancaman oleh negara-negara Arab dan Palestina. Banyak yang menganggapnya sebagai upaya untuk menganeksasi wilayah Palestina dan mengganggu keseimbangan regional.

Memang sesuai keyakinan dari bangsa Istael bahwa Tanah perjanjian yang diklaim Israel tertulis dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Keluaran, dan Yosua. Beberapa ayat yang relevan adalah:

– Kejadian 12:7: Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.”

– Kejadian 15:18: Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.”

– Keluaran 23:31: “Aku akan menentukan batas daerahmu dari Laut Teberau sampai Laut Filistin dan dari padang gurun sampai sungai Efrat”.

Batas-batas Tanah Perjanjian yang disebutkan dalam Alkitab adalah dari Sungai Mesir (Sungai Nil) hingga Sungai Efrat, yang mencakup wilayah Israel modern, termasuk Gaza dan Tepi Barat, serta bagian dari Mesir, Suriah, dan Yordania

Namun tanah yang diperjanjikan dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Keluaran, dan Yosua, selama ribuan tahun telah diduduki oleh bangsa-bangsa lain ribuan tahun, termasuk Mesir, Palestina, Yordania, Irak, dan sebagian Turki. Hal ini merupakan salah satu titik kontroversi dalam konflik Israel-Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *