Sidang Penembakan WNA Australia, Saksi Dengar Pecahan Kayu, Diikuti Suara Tembakan

Terdakwa WNA
Sidang tiga terdakwa kasus penembakan WNA Australia dalam pegawalan ketat aparat kepolisian (Foto: Nano Gabriel)

Sebelum datang ke lokasi, Agus pun menghubungi kenalannya yang merupakan anggota kepolisian. Tak berselang lama, saksi pun tiba sekitar pukul 00.45 WITA. Di sana didapati Aldo di depan villa dan tidak berani masuk.

Ternyata, sudah ada Sanar Ghanim yang berada di depan pintu sambil memegangi kakinya yang berdarah. Dia juga melihat wanita bernama Jazmyn (Istri Zivan Radmanovic) dan satu orang berkepala botak yang tidak ia ketahui namanya.

Kondisi pintu gerbang villa tampak kacau, daun pintu bolong, serta engselnya lepas. Agus juga melihat ada sebuah palu yang jaraknya 1,5 meter di depan pintu dekat sepeda motor.

Berikutnya, Agus yang menyadari ada korban terluka parah berkomunikasi dengan Aldo untuk memanggil ambulance. Tak berselang lama, polisi datang disusul dengan ambulance untuk mengangkut Sanar Ghanim ke rumah sakit. Tetapi, saksi mengaku tak mengetahui kondisi Zivan. Disinggung oleh JPU mengenai kondisi villa, dia mengatakan kembali soal pintu rusak dan adanya bekas peluru di kaca.

“Kalau keadaan villa di dalam saya tidak masuk untuk melihat, saya lihat dari luar pintu yang dijebol, ada bekas peluru (pada kaca, red), saya cuma dengar dari orang lain, kaca kamar mandi katanya pecah,” tuturnya. Belakangan baru dia tahu bahwa ada korban bernama Zivan Radmanovic yang meninggal dunia.

Saksi kedua, Gede Putu Aldo Puja Wiranata, yang tinggal di Villa Casa Santisya 2 berseberangan dengan tempat kejadian perkara, menceritakan suasana mencekam di malam kejadian. Ia mengaku terbangun sekitar pukul 00.15 WITA karena mendengar suara keras seperti bantingan dan pecahan kayu, diikuti suara tembakan bertubi-tubi.

“Saya kira teman saya yang marah atau tantrum, tapi saat dicek bukan. Lalu terdengar suara tembakan, dor-dor,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Aldo kemudian bergegas keluar kamar, namun sempat menghentikan temannya yang hendak membuka pintu. Dari celah pintu, ia mengintip sosok pria bertubuh besar yang memakai jaket ojol berwarna gelap dan helm hitam.

Pria itu sempat berteriak dalam bahasa Inggris, “I can’t start my bike,” saat motornya tidak bisa hidup. “Saya lihat dia badannya besar, lebih besar dari motornya. Tidak seperti perawakan orang Indonesia. Dari matanya saja yang kelihatan karena pakai masker,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *